03 Maret 2008

ITTIBA DAN MENJAUHI BID'AH

Meyakini Muhammad sebagai seorang Rasul berarti meyakini bahwa beliau merupakan utusan Allah untuk seluruh manusia dengan mengemban misi dakwah kepada Alloh sebagai basyir (pemberi kabar gembira) dan nadzir (peringatan).Beliau adalah penutup para nabi dan rasul yang membawa syariat paripurna untuk menyempurnakan syariat-syariat sebelumnya.Alloh berfirman "Pada hari ini telah Kusempurnakan bagimu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhoi Islam sebagai agama bagimu."(Al-Maidah:3)
Ayat ini merupakan dalil yang sangat jelas bahwa Islam adalah agama yang sempurna,tidak perlu penambahan dan pengurangan.Jika seorang muslim menambah dan mengurangi syariat maka pada hakikatnya dia telah menuduh Rasululloh berkhianat,tidak menyampaikan risalah dengan lengkap.Sebagaimana ucapan Imam Malik yang masyhur, "Barang siapa yang membuat bid'ah dalam Islam sebagai kebaikan maka sesungguhnya dia menganggap Nabi Muhammad SAW mengkhianati risalah.Sebab Alloh berfirman, "Pada hari ini telah Kusempurnnakan bagimu agamamu" sehingga,apa yang pada hari itu bukan agama,pada hari itupun bukan agama.
Untuk itu,dalam menjalankan agama Islam wajib bagi kita untuk taat dan ittiba' (mengikuti Rasululloh saw.Alloh berfirman,
"Katakanlah,Jika kamu (benar-benar) mencintai Alloh, ikutilah aku niscaya Alloh mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(Ali-Imron:31)
Imam Ibnu Katsir berkata, "Ayat yang mulia ini merupakan kata putus terhadap setiaap orang yanng menngklaim mencintai Alloh SWT sedangkan dia tidak meniti manhaj (metode) Rasululloh,maka klaimnya adalah dusta,sampai dia mengikuti syariat dan aagama Muhammad saw, pada seluruh perkataan dan perbuatannya.Seperti telah dipastikan dalam shohih Bukhori Muslim bahwa Rasululloh saw bersabda, "Barang siapa mengamalkan suatu amalan yang tidak ada pada urusan kami,maka amalannya tertolak."

Tidak ada komentar: